Tampilkan postingan dengan label IKAN HIAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKAN HIAS. Tampilkan semua postingan

DANIO GIANT (Devario Aequipinnatus)

ini  bisa dibilang mirip dengan ikan Convict DANIO GIANT (Devario Aequipinnatus)

Danio Giant atau yang memiliki nama ilmiah Devario Aequipinnatus ini bisa dibilang mirip dengan ikan Convict, tetapi ukurannya lebih besar dan coraknya sedikit berbeda. Ikan Danio Giant sudah lama populer di dunia ikan hias. Ikan ini berasal dari lembah sungai Himalaya yang meliputi, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Myanmar, India dan China.

Di alam liar ikan Danio Giant habitat aslinya adalah di sungai sungai kecil dari aliran anak sungai Himalaya, termasuk di sawah sawah, rawa dan aliran menggenang lainnya. Ikan yang juga populer dengan nama Giant Danio ini dapat tumbuh sampai dengan 15cm, tetap jika dipelihara dalam aquarium ikan ini hanya mampu tumbuh sekitar 10-12cm saja, dan bertahan hidup hingga 5-6 tahun. 

ini  bisa dibilang mirip dengan ikan Convict DANIO GIANT (Devario Aequipinnatus)
Danio Giant 10cm

Biasanya orang sering salah dalam membedakan nama ilmiah ikan Danio Giant ini, yang sebenarnya bernama ilmiah Devario Aequipinnatus dengan nama Devario Malabaricus. Lebih parahnya lagi ikan yang banyak beredar di pasaran adalah hasil silangan beragam ikan dari marga Danio atau Devario. Sehingga masih sangat sulit untuk mencari ikan jenis ini yang masih murni yang belum di silangkan.
Ikan ini termasuk kedalam jenis ikan omnivora, karena memakan beraneka ragam hewan mikroskopis seperti beragam moluska dan plankton. Sehingga ikan ini sangat mudah untuk di pelihara dalam aquarium karena dapat diberi pakan pelet yang berukuran lembut dan cacing sutera, dan jika sempat dapat diberikan kutu air dan jentik nyamuk. 

Untuk pemeliharaan di aquarium ikan ini membutuhkan kualitas air dengan pH netral sampai basa, yaitu sekitar pH 6-8 dengan suhu air 15-26C. Di pasar ikan lokal, harga ikan ini termasuk relatif murah, tetapi walaupun murah, pangsa ikan ini lumayan baik. Di pasar ikan lokal, ikan ini dijual dengan harga 5-7 ribu rupiah per ekornya, untuk ikan dengan ukuran sekitar 10-12cm. Selain dijual di pasar lokal, ikan ini juga bisa dibilang masih laku di pasar ikan internasional.

ini  bisa dibilang mirip dengan ikan Convict DANIO GIANT (Devario Aequipinnatus)

CORYDORAS (Corydoras Anes)

ini adalah ikan yang berasal dari Amazone CORYDORAS (Corydoras Anes)

Corydoras atau ikan yang mempunyai nama ilmiah Corydoras Anes ini adalah ikan yang berasal dari Amazone, Amerika Selatan. Corydoras merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang paling banyak diminati oleh para pecinta ikan hias, dikarenakan ikan ini suka memakan sisa sisa makanan yang tidak habis dimakan oleh ikan lainnya. Sehingga selain tampilannya yang indah dengan kumisnya ikan ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan dalam aquarium.

Ikan corydoras ini mempunyai banyak jenis spesies, bahkan lebih dari 20 spesies. Beberapa jenis spesies ikan yang sudah populer di Indonesia di antaranya. ikan Corydoras Aeneus (varian normal, albino, gold, green, laser dan hitam pekat), Corydoras Panda, Corydoras Sterbai dan beberapa varian lainnya.

ini adalah ikan yang berasal dari Amazone CORYDORAS (Corydoras Anes)
Corydoras Panda
ini adalah ikan yang berasal dari Amazone CORYDORAS (Corydoras Anes)
Corydoras Albino
ini adalah ikan yang berasal dari Amazone CORYDORAS (Corydoras Anes)
Corydoras Starbai
ini adalah ikan yang berasal dari Amazone CORYDORAS (Corydoras Anes)
Corydoras Adolfoi

Untuk pemberian pakan, ikan ini lebih suka memakan pakan yang berada di dasar aquarium. Seperti kebanyakan ikan berkumis atau catfish, ikan ini bersifat bottom feeder maka akan lebih resfonsip pada jenis pakan yang tenggelam, seperti cacing tubifex atau chironomus (blood worm). Sedangkan untuk kualitas air yang diperlukan dalam memelihara ikan ini tidaklah sulit, karena ikan ini dapat dengan mudah beradaptasi pada berbagai sumber air, tetapi pastikan kisaran kualitas air masih masuk dalam rentang suhu antara 22-28C dengan pH 6-8.

Walaupun ikan ini berasal dari Amerika Selatan, tetapi sejak lama sudah berhasil dibudidayakan di Indonesia. Karena ikan ini dikenal sangat mudah untuk di budidayakan dan juga mempunyai peluang ekspor yang tinggi. Di pasar ikan hias lokal, ikan corydoras ini dijual dengan harga sekitar 2,5-5 ribu rupiah per ekornya. Bahkan beberapa jenis ikan corydoras yang sedang trend bisa mencapai harga puluhan ribu rupiah per ekornya.

ini adalah ikan yang berasal dari Amazone CORYDORAS (Corydoras Anes)

CASUARIUS (Steatocranus Casuarius)


Ikan Casuarius adalah jenis ikan siklid yang mempunyai nama ilmiah Steatocranus casuarius ini lebih dikenal dengan nama Humphead, Lionhead atau Buffalohead. Ikan dengan ciri khas nonong di kepala ini habitat aslinya berasal dari Kongo, Afrika. Casuarinus mempunyai bentuk tubuh seperti ikan Louhan ini, adalah ikan mini untuk seukuran ikan siklid, karena hanya mampu tumbuh sampai 12cm saja.

adalah jenis ikan siklid yang mempunyai nama ilmiah  CASUARIUS (Steatocranus Casuarius)
casuarius dengan nonong

Di alam liar habitat asli dari ikan ini adalah sungai yang berbatu batu dan berarus deras. Jika ingin memelihara ikan Casuarius diharuskan untuk dibuatkan tempat persembunyian jika ingin dipelihara dalam aquarium, seperti di habitat aslinya yang suka sembunyi di bebatuan. Casuarius termasuk ikan yang agak agresif, tetapi karena ukuran tubuhnya yang kecil sehingga dapat digabung dengan ikan lain yang memiliki ukuran tubuh sama atau lebih besar. Dalam satu aquarium sebaiknya hanya memelihara jenis ikan ini satu saja,karena akan selalu bertarung dengan sesama jenisnya.

adalah jenis ikan siklid yang mempunyai nama ilmiah  CASUARIUS (Steatocranus Casuarius)
casuarius sangat suka bersembunyi

Casuarius termasuk ikan karnivora, untuk makanan utamanya adalah udang hidup kecil dan cacing sutera, tetapi ikan ini dapat dengan mudah dibiasakan untuk makan pelet. Untuk kualitas air, ikan ini membutuhkan air dengan pH 6-7 dengan suhu air 24-28C. Casuarius termasuk ikan yang agak mahal, di pasar ikan lokal saja untuk ukuran yang 3-4cm dijual dengan harga 100 ribu rupiah per ekornya.

CALVUS (Altolamprologus Calvus)


 Ikan siklid asal danau Tanganyika yang mempunyai nama ilmiah  CALVUS (Altolamprologus Calvus)

Ikan siklid asal danau Tanganyika yang mempunyai nama ilmiah Altolamprologus calvus ini menjadi favorit para penghobi ikan siklid Afrika. Ikan ini terlihat unik dengan mulut yang panjang kedepan dan mempunyai mutiara yang penuh di sekujur tubuhnya.

Calvus dapat tumbuh sampai 15cm dan merupakan ikan mikropredator dengan target hewan hewan kecil yang masuk di bukaan mulutnya termasuk udang, moluska dan larva ikan. Kebiasaan ikan ini adalah sembunyi di sekitar bebatuan sambil mengintip mangsa mendekat. Kebanyakan anak ikan yang menjadi targetnya adalah ikan mbuna atau sklid yang hidup disekitar bebatuan dan pasir.

 Ikan siklid asal danau Tanganyika yang mempunyai nama ilmiah  CALVUS (Altolamprologus Calvus)
Calvus 15cm

Meski memiliki tampang seram, mereka adalah ikan penakut dan sering kalah saing dengan ikan siklid lain yang ukuran tubuhnya sama besar. Ukuran tubuh ikan calvus jantan lebih besar dibandingkan betinanya. Untuk kualitas air ikan Calvus membutuhkan air yang sedikit basa dengan pH 8-8,5 dan suhu air yang berkisar antara 25-27C.

Ikan Calvus mempunyai harga yang relatif mahal, karena ikan ini sangat jarang ditemukan di pasaran. Kalaupun ada, biasanya dijual di toko ikan hias dengan harga kisaran 150 ribu rupiah per ekor untuk ukuran 5cm. Meski jumlahnya tidak banyak, ikan ini memiliki penggemar fanatik. Pada strain berkualitas mereka mau membayar berapapun harganya. Di luar negri ikan ini dijual dengan harga US$ 7 untuk ikan kecil dan US$ 28-44 untuk spesies wild atau tangkapan alam.

 Ikan siklid asal danau Tanganyika yang mempunyai nama ilmiah  CALVUS (Altolamprologus Calvus)
Altolamprologus Calvus

BELIDA (Notopetrus Chitala)



 atau yang lebih dikenal dengan nama ikan Belida merupakan jenis ikan sungai yang tergolon BELIDA (Notopetrus Chitala)

      
Ikan Lopis atau yang lebih dikenal dengan nama ikan Belida merupakan jenis ikan sungai yang tergolong dalam suku Notopteridae (ikan berpunggung pisau). Nama ikan belida diambil dari nama salah satu sungai di Sumatra Selatan yaitu tempat asal habitatnya. Orang Banjar sendiri menyebutnya sebagai ikan pipih, memang sirip ikan ini gak menyerupai sirip ikan Black Ghost. Ikan ini dapat ditemui di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Semenanjung Malaysia, meskipun sekarang ikan ini sulit untuk di temui karena rusaknya kualitas air sungai dan penangkapan ikan yang besar-besaran.

Ikan belida merupakan bahan baku untuk pembuatan sejenis kerupuk khas dari Palembang yang dikenal sebagai Kemplang. Dulu ikan ini juga dipakai dalam pembuatan pempek namun sekarang sudah diganti dengan ikan Tenggiri, karena susahnya mencari bahan baku ikan belida sekarang ini.  Tampilannya yang unik sehingga ikan Belida banyak juga di pelihara di aquarium sebagai ikan hias. Karena berpotensi ekonomi dan terancam punah, balai budidaya air tawar Mandiangin, di Kalimantan Selatan telah mencoba untuk membudidayakan ikan belida.

 atau yang lebih dikenal dengan nama ikan Belida merupakan jenis ikan sungai yang tergolon BELIDA (Notopetrus Chitala)
beberapa varian belida hitam dan coklat

Ikan belida lebih aktif pada malam hari atau memiliki karakter nocturnal (aktif pada malam hari) dan juga sebagai ikan karnivora, dan mulai merespon makanan pada sore hari, yaitu  memakan ikan kecil dan krustasea,  ikan ini cendrung menyukai bagian gelap dari sungai, biasanya hidup di lubuk di bawah pepohonan. Ada dua jenis ikan ini yang dikenal luas di Indonesia, yaitu jenis Notopterus notopterus  yang memiliki nama local lopis/belida, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan bronze featherback. Jenis kedua adalah Chitala chitala yang memiliki nama ikan local belida/ikan pipih dalam bahasa Inggris disebut clown knifefish.

 atau yang lebih dikenal dengan nama ikan Belida merupakan jenis ikan sungai yang tergolon BELIDA (Notopetrus Chitala)
netopterus chitala coklat

 atau yang lebih dikenal dengan nama ikan Belida merupakan jenis ikan sungai yang tergolon BELIDA (Notopetrus Chitala)
netopterus chitala hitam

Secara umum habitat ikan ini yaitu di perairan air tawar dengan ketinggian 30 meter dari permukaan laut dan mampu tumbuh sepanjang 1 meter dan berat maksimal 15kg. Ikan belida dijual dengan harga sedang sampai relatif mahal dengan ukuran ikan yang sudah dewasa yaitu sekitar 30-40cm. Ikan yang dijual di beberapa toko ikan hias adalah ikan hasil tangkapan langsung dari alam, bukan dari hasil budidaya, sehingga sekarang ikan ini sudah mulai mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

 atau yang lebih dikenal dengan nama ikan Belida merupakan jenis ikan sungai yang tergolon BELIDA (Notopetrus Chitala)
pemeliharaan dalam aquarium